Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Anak pada usia pertumbuhan memang sedang aktif-aktifnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh rangsangan dari sel yang juga mengalami pertumbuhan. Rasa ingin tahu yang besar membuatnya ingin mencoba segala hal. Tentu saja itu hal yang sangat wajar. Tapi, apa jadinya jika si anak terlalu aktif? Gejala teresebut dikenal dengan sebuat hiperaktif yang ditandai dengan perilaku anak yang tidak bisa diam tanpa menghiraukan adanya bahaya. Untuk lebih jelasnya, mari simak apa saja penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi anak yang hiperaktif berikut ini:

cara mengatasi anak hiperaktif

Kenali Lebih Dekat Apa itu Hiperaktivitas

Sebelum membahas bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif, ada baiknya jika Anda memahami dulu pengertian hiperaktivitas secara mendalam. Jadi, sebenarnya hiperaktif tidak hanya ditemui pada anak-anak. Orang dewasa pun bisa mengalaminya. Secara umum, seseorang bisa dikatakan hiperaktif apabila ia menjadi sangat aktif bahkan tidak wajar. Tanpa peduli situasi, ia tidak bisa disuruh untuk tenang.

Masalah yang sering ditemukan oleh orang hiperaktif adalah tidak mampu untuk fokus pada satu hal. Bagi anak-anak, ini akan mempengaruhi kemampuan akademisnya. Ia juga biasanya tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebaya atau guru dengan baik. Tak hanya itu, anak hiperaktif juga rawan terhadap cedera atau kecelakaan.

Para ahli kedokteran mengungkapkan jika hiperaktivitas ini berkaitan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). ADHD ditandai dengan sikap agresif, impulsif, sulit berkonsentrasi, dan selalu bergerak tanpa kenal lelah. Baca: 7 Cara Mengatasi Anak Mimisan yang Terbukti Mujarab

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

Anak-anak yang memiliki gangguan ADHD akan mempunyai ciri-ciri seperti:
  • Tidak bisa memfilter omongan yang akan diungkapkan serta tidak bisa menempatkannya pada situasi yang tepat.
  • Bersikap secara impulsive.
  • Tidak bisa berkonsentrasi ketika belajar atau melakukan hal lainnya.
  • Kerap bertengkar dengan teman sepermainan ataup saudaranya. Anak hiperaktif juga tidak segan untuk memukul.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala hiperaktivitas ditandai dengan:
  • Sama seperti Anak-anak, orang dewasa yang hiperaktif juga akan berperilaku impulsif dan sangat sulit untuk berkonsentrasi.
  • Pelupa atau bahkan kesulitan untuk merekam informasi seperti nama orang, tanggal, alamat, dan nomor penting.
  • Meskipun dalam perhatian pendek, mereka sering kehilangan fokus.

Penyebab Hiperaktivitas

Setelah mengenali gejalanya, Anda juga harus tahu penyebabnya. Secara umum, penyebab hiperantivitas pada anak disebabkan oleh gangguan psikologis atau bisa juga dikarenakan adanya gangguan pada otak dan saraf pusatnya. Disamping itu, anak hiperaktif bisa juga dilator belakangi oleh adanya gangguan defisit atensi atau ADHD dan juga hipertiroidisme. Baca: Inilah 10 Cara Mengatasi Anak yang Bandel

Untuk anak hiperaktif yang disebabkan oleh gangguan psikologis, sangat disarankan untuk melakukan terapi kognitif dan pengobatan oleh spesialis kesehatan mental. Semakin dini Anda membawa anak hiperaktif ke spesialis kesehatan mental maka, kesempatan untuk memberikan masa depan yang cerah juga akan semakin terbuka.

Setali tiga uang, hiperaktivitas pada anak yang dipengaruhi oleh gangguan otak, gangguan saraf, atau gangguan tiroid, Anda juga harus segera membawanya ke dokter saraf agar dilakukan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Menghadapi anak hiperaktif memang gampang-gampang susah. Perlu kesabaran dan dukungan dari orang-orang disekitar, terutama orang tua. Berikut akan kami berikan tips bagaimana cara mengatasi anak yang hiperaktif:

1. Mengatur Pola Hidup Anak Dengan Disiplin

Anak hiperaktif sang sulit untuk fokus terhadap satu pekerjaan yang ia lakukan. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengatur pola hidup anak agar disiplin sangat dibutuhkan. Beri ia tugas dengan jelas dan terstruktur agar ia bisa fokus menyelesaikannya satu persatu. Selain itu, anak dengan hiperaktivitas juga akan merasa gelisah ketika dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Maka dari itu, bimbingan Anda sebagai orang tua sangat penting sekali.

Sederhananya, buatlah jadwal untuk anak hiperaktif seperti kapan waktu tidur, mandi, sikat gigi, belajar, bermain, makan, dan sebagainya. Dengan begitu, ia bisa lebih fokus dan tenang karena otaknya belajar beradaptasi dengan aktivitas yang tertata. Baca: Inilah 8 Cara Mengatasi Anak GTM atau Susah Makan

2. Usahakan Untuk Menciptakan Suasana yang Kondusif

Kebanyakan orang tua akan menyuruh anak hiperaktif untuk diam. Tapi, Anda harus tahu jika semakin Anda memaksanya untuk tenang, maka anak Anda akan semakin merasa cemas. Seharusnya yang Anda lakukan adalah membuat suasana menjadi kondusif. Singkirkan apapun yang mengganggu konsentrasinya. Sebab, permasalahan yang sulit diatasi oleh anak hiperaktif adalah sulit untuk mendapatkan konsentrasi.

Anda bisa mencoba untuk selalu memberikan suasana yang nyaman ketika anak belajar. Jauhkan mereka dari tempat yang bising. Dengan begitu, suasana hatinya akan lebih tenang dan otaknya akan lebih mudah untuk berkonsentrasi.

3. Tunjukkan Sikap Konsisten

Setiap orang tua memiliki tata cara dan peraturan yang berbeda dalam mendidik anaknya. Untuk anak hiperaktif sendiri, mereka memerlukan peraturan yang jelas dan konsisten. Tunjukkan juga setiap perkataan atau janji yang Anda buat sesuai dengan perbuatan. Karena, anak pada usia 18 bulan hingga 3 tahun umumnya akan merasa kesal bahkan marah jika apa yang Anda katakan tidak sesuai realitanya. Sehingga pelariannya ia menjadi frustasi dan tidak terkontrol.

4. Buatlah Sistem Hukuman dan Hadiah

Berikutnya, cara mengatasi anak hiperaktif dengan menerapkan sistem hukuman dan hadiah dalam peraturan yang Anda buat. Jangan ragu untuk memuji atau memberi hadiah ketika Anak melakukan hal positif. Sebaliknya, beri anak hukuman yang wajar ketika ia nakal. Dengan begitu, emosinya akan stabil. Baca: Inilah 9 Cara Mengatasi Anak Rewel dan Cengeng

5. Berikan Penjelasan Yang Bisa Diterima Akal Anak Ketika Hendak Melarangnya

Sudah menjadi hal yang lumrah ketika Anak memiliki dunianya sendiri. Didorong dengan rasa ingin tahu yang tinggi, terkadang anak akan meminta sesuatu tanpa mengenal situasi dan waktu. Bahkan ia juga akan terus merengek atau malah membuat kekacauan yang lebih parah. Saat itulah peran Anda sebagai orang tua dibutuhkan. Untuk memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Saat ini anak menanyakan banyak hal, jawab saja pertanyaanya dengan Bahasa yang mudah dimengerti. Saat ia merasa puas, ia akan tenang dan berhenti bertanya.

6. Cara Mengatasi Anak Hiperaktif dengan Bersikap Tegas Tanpa Menunjukkan Amarah

Tingkah laku Anak hiperaktif seringkali membuat Anda kesal dan marah. Tapi, jangan pernah melampiaskan kemarahan Anda secara langsung pada anak. Apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan baik secara verbal atau fisik.

Kapanpun Anak berperilaku berlebihan, panggil Namanya. Lalu, arahkan matanya untuk menatap Anda dan berikan sugesti jika apa yang dilakukanya itu tidak baik. Anda juga bisa mengusap kepalanya sembari memberi tahu dengan Bahasa yang baik dan bisa diterima pola pikirnya.

7. Berikan Asupan Gizi yang Seimbang

Meskipun belum ada riset pasti yang menunjukkan jika hiperaktivitas anak disebabkan oleh makanan yang ia konsumsi seperti gula, tapi memperhatikan asupan nutrisi tetap harus dilakukan. Berikan ia gizi simbang dari buah dan sayur agar tumbuh kembangnya baik sehingga suasana hatinya menjadi lebih stabil. Jauhkan anak Anda dari makanan olahan karena itu tidak baik.

Begitulah cara mengatasi anak hiperaktif yang tentunya memerlukan dukungan orang-orang dalam hidupnya. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter agar permasalahan pada Anak dapat ditangani dengan tepat.

Demikian informasi Berfaedah.com, semoga bermanfaat. Tolong bantu share ya. Terima kasih.

0 Response to "Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel